3 Tantangan Membuat Kain Ulos yang Terasa Langsung Saat Mencoba Bersama Pengrajin di Sumatera Utara

Penulis: Saiful  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 22:29:31 WIB
Para artis berlatih menenun kain ulos menggunakan alat tenun tradisional di Sumatera Utara.

MEDAN — Kain ulos, warisan budaya Batak yang sarat makna, ternyata tidak semudah kelihatannya saat dibuat. Beberapa artis yang mengikuti program Celebrity on Vacation Trans TV merasakan langsung kerasnya proses menenun bersama para indang, sebutan untuk pengrajin ulos di Sumatera Utara.

Apa yang Membuat Proses Menenun Ulos Begitu Sulit?

Para artis yang biasanya tampil di layar kaca harus berhadapan dengan alat tenun tradisional dan benang yang rumit. Gerakan tangan yang presisi dan koordinasi mata-kaki menjadi tantangan utama. Mereka mengakui bahwa membuat satu helai kain ulos membutuhkan konsentrasi penuh dan latihan berulang.

"Ternyata membuat kain ulos sangat sulit," demikian pengakuan para peserta dalam tayangan yang didokumentasikan oleh Diki dari Trans TV.

Peran Indang: Menjaga Tradisi dari Generasi ke Generasi

Para indang yang mendampingi para artis adalah pengrajin ulos berpengalaman. Mereka telah mewarisi keterampilan menenun secara turun-temurun. Dalam sesi tersebut, para indang dengan sabar mengajarkan teknik dasar, mulai dari memasang benang hingga menggerakkan alat tenun.

Proses menenun ulos bukan sekadar aktivitas fisik. Setiap motif dan warna memiliki filosofi tersendiri dalam adat Batak. Ulos sering digunakan dalam upacara pernikahan, kelahiran, hingga kematian sebagai simbol ikatan kasih sayang dan restu.

Pelajaran Berharga dari Sehelai Kain

Kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi para artis tentang kerja keras di balik selembar kain ulos. Mereka menyadari bahwa setiap helai ulos yang dijual di pasaran adalah hasil dari jam kerja panjang dan keahlian yang tidak instan.

Bagi masyarakat Sumatera Utara, ulos bukan sekadar komoditas. Kain ini adalah identitas budaya yang terus dijaga kelestariannya oleh para pengrajin di berbagai kampung, seperti di Balige, Porsea, dan sekitar Danau Toba.

Reporter: Saiful
Sumber: 20.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top