MEDAN — Polsek Sunggal tidak menggunakan pendekatan represif saat menemukan puluhan anak punk berkumpul di pinggir jalan. Kanit Samapta Iptu Nizar Nasution justru memilih duduk berdialog dan memberikan edukasi langsung di lokasi, tepatnya di SPBU 14.201.186 KM 7,5 Jalan Medan–Binjai, Sabtu pagi.
Dalam kegiatan itu, Iptu Nizar didampingi Bhabinkamtibmas Aipda Muliadi Suraukur. Mereka menyambangi anak punk yang tengah nongkrong dan memulai percakapan santai. Petugas tidak membawa kendaraan patroli besar atau memperlihatkan atribut kekuatan.
“Kami mengajak adik-adik semua untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak melakukan perbuatan yang dapat meresahkan masyarakat. Keamanan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Iptu Nizar kepada kelompok tersebut.
Selain soal keamanan lingkungan, petugas menyoroti kebiasaan anak punk yang kerap memarkir kendaraan sembarangan. Iptu Nizar mengingatkan agar tidak mengganggu pengguna jalan dan tidak merusak fasilitas umum di sekitar SPBU.
“Mari bersama-sama kita ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan hindari hal-hal yang melanggar hukum,” pesan Iptu Nizar Nasution menambahkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polsek Sunggal. Alih-alih menindak, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif kepada seluruh lapisan masyarakat. Polsek Sunggal menilai pembinaan langsung di lapangan lebih efektif untuk kelompok marjinal seperti anak punk.
Dalam kesempatan itu, para anak punk juga diimbau untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan menjauhi tindakan melanggar hukum. Tidak ada penangkapan atau penggusuran dalam kegiatan tersebut.