Malam Hari di Car Free Night Kesawan, Kakanwil Imigrasi Sumut Tinjau Langsung Layanan Paspor yang Disambut Antusias 24 Pemohon

Penulis: Saiful  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 16:10:25 WIB
Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan, meninjau langsung layanan Pasporia di Car Free Night Kesawan, Medan, yang diikuti oleh 24 pemohon.

MEDAN — Inovasi layanan keimigrasian di ruang publik kembali diuji coba di Kota Medan. Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara melalui Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia menghadirkan Pasporia (Pelayanan Paspor Minggu Ceria) pada malam hari, tepatnya di kawasan Car Free Night Kesawan, akhir pekan lalu.

Kepala Kanwil Imigrasi Sumut, Parlindungan, yang turun langsung ke lokasi didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia, Ridha Sah Putra, memastikan seluruh proses berjalan lancar. Ia juga menyapa warga yang mengantre untuk mengurus paspor di booth yang telah disediakan.

24 Pemohon dan Puluhan Konsultasi di Booth Malam Minggu

Antusiasme warga terlihat dari jumlah pemohon yang mencapai 24 orang. Selain pemohon, puluhan warga lainnya memadati booth Imigrasi Polonia untuk sekadar berkonsultasi dan menggali informasi seputar layanan keimigrasian.

“Kami siap mengedepankan prinsip Imigrasi untuk Rakyat dengan mendekatkan diri pada masyarakat,” tegas Parlindungan dalam keterangan yang diterima redaksi.

Mengubah Jadwal Layanan dari Pagi ke Malam Hari

Berbeda dari rutinitas sebelumnya yang hanya hadir pada Car Free Day setiap Minggu pagi, Pasporia kali ini berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan untuk menggelar layanan di malam hari. Langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan warga yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja reguler.

Pasporia sendiri merupakan program jemput bola yang menjadi bagian dari kampanye nasional “Imigrasi untuk Rakyat”. Program ini dirancang untuk memberikan akses layanan yang lebih mudah, fleksibel, ramah, dan nyaman di ruang publik.

Transformasi Layanan Publik yang Semakin Inklusif

Kehadiran Pasporia di malam hari disebut mencerminkan transformasi pelayanan publik yang semakin inklusif dan modern. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dalam memperluas jangkauan layanan keimigrasian kepada masyarakat.

Inovasi ini mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menargetkan layanan semakin mudah diakses dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Reporter: Saiful
Sumber: analisadaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top